Minggu, 07 Agustus 2011

KERAJAAN TARUMANAGARA



Menurut bukti sejarah tertulis, Tarumanagara  merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara, dan merupakan kerajaan tertua di Pulau Jawa. Dengan ditemukannya sumber-sumber tertulis (berupa prasasti), membuktikan hal itu.
Sedang dalam naskah wangsakerta, di daerah Pasundan ditulis terdapat kerajaan sebelum Tarumanagara, yang dinamakan Salakanagara*). Salakanagara adalah kerajaan Sunda yang beribukota di rajatapura, di teluk lada,  Pandeglang sekarang.
       Seperti yang telah disebutkan diatas, menurut bukti-bukti tertulis, Tarumanagara merupakan salah satu kerajaan tertua di Nusantara. Dari tahun yang tercantum dalam prasasti, Tarumanagara  adalah kerajaan tertua kedua   di nusantara setelah Kutai di Kalimantan. Tetapi menurut naskah Wangsakerta kedua kerajaan tersebut dipimpin oleh keturunan dari dinasti Warman dari kerajaan Salakanagara, di sekitar Pandeglang sekarang.


A. Luas Wilayah

      Luas wilayah kekuasaan Tarumanagara  menurut naskah  wangsakerta (sumber-sumber Cirebon) di era  Purnawarman, yang telah menguasai sekitar 48 raja daerah yang membentang dari Salakanagara atau rajatapura (daerah teluk lada Pandeglang) hingga ke purwalingga (Purbalingga) di Jawa Tengah. Secara tradisional Cipamali (kali brebes) dianggap batas kekuasaan raja-raja penguasa Sunda masa silam.
        Dalam Naskah wangsakerta (Pustaka Rajya rajya i bhumi Nusantara) bahwa di era Purnawarman dan sesudahnya, Tarumanagara membawahi kerajan-kerajaan:
-          Salakanagara (di Pandeglang)
-          Cupunagara (daerah Subang dan Indramayu / aliran sungai Cipunagara)
-          Nusa Sabay,
-          Purwanagara,
-          Hujung kulwan (ujung kulon di Pandeglang)
-          Gunung Kidul
-           Purwalingga (Purbalingga, Jawa Tengah)
-          Agrabinta (Cianjur)
-          Mandalasabara,
-          Bhumisagandu (di Majalengka)
-          Paladu,
-           Kosala (di rangkasbituung)
-          Legon (di Sedang)
-          Indraprahasta (di Cirebon)
-          Manukrawa (Cimanuk, Indramayu)
-          Malabar (di Bandung / Pangalengan)
-          Sindangjero
-          Purwakerta (di Purwokerto, Jawa Tengah)
-          Wanagiri,
-          Purwagaluh (di Banyumas, Jawa tengah)
-          Cangkuang (di Garut  atau Ciamis)
-          Sagara
-          Kubang Giri (di Tegal, Jawa tengah)
-          Cupu giri atau gunung cupu, (dekat  Cihaurbeuti Ciamis)
-          Alengka (di kabupaten  Bandung)
-          Manik Parwata atau Gunung Manik,
-          Salaka gadang,
-          Pasirbatang (di banyumas)
-          Karangsindulang ( di kabupaten Bandung / Cicalengka)
-          Bitung Giri atau Gunung Bitung (di Majalengka)
-          Tanjungkalapa,
-          Pakuan Sumurwangi,
-          Kalapagirang,
-          Tanjung Camara (di Kuningan)
-          Sagarapasir,
-          Rangkas (di Pandeglang)
-          Pura dalem (di Karawang)
-          Linggadewa,
-          Wanadatar,
-          Jati Ageung, (di Kuningan)
-          Satyaraja,
-          Wanajati
-          Rajatapura (di Pandeglang)
-          Sundapura (di Bekasi)
-          Duakalapa (di kalapa dua (Bantarujeg Majalengka atau Tasik malaya selatan)
-          Pasir Muara (di Bogor)
-          Pasir Sanggarung (di Cirebon)
-          Indihiyang (di Tasikmalaya),


B.Penguasa (Raja Raja) Kerajaan Tarumanagara

    Raja raja yang pernah berkuasa di Tarumanagara, yaitu:
-          Jayasingawarman (mp. 358-382 M)
-          Dharmayawarman (mp. 382-395 M)
-          Purnawarman (395-434 M)
-          Wisnuwarman (434-455 M)
-          Indrawarman (455-515 M)
-          Candrawarman (515-535 M)
-          Suryawarman (535-561 M)
-          Kertawarman (561-628 M)
-          Sudhawarman (628-639 M)
-          hariwangsawarman (639-640 M)
-          Nagajayawarman (640-666 M)
-          Linggawarman (666-669 M)
-          Tarusbawa

      Tarumanagara hanya mengalami masa pemerintahan 12 raja, dari Jayasingawarman hingga Linggawarman, dari tahun 358 hingga 699 M. Tarusbawa sebagai pewaris Tarumanagara kemudian menindahkan ibukotanya ke Sundapura di Sundasambawa, sehingga pada zamannya kemudian disebut dengan kerajaan Sunda. 

(Sumber: dari berbagai sumber di internet)
                                           


Tidak ada komentar:

Posting Komentar